FUN PRESENTATION

How-to-Choose-the-Right-Presentation-Design-Company-thumb

Sudahkan presentasi yang Anda buat menyenangkan? Atau malah membosankan? Cek kriteria berikut.

 Meski sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin, sering kita melupakan satu hal. Apakah presentasi yang kita buat menarik untuk disimak? Jangan sampai rekan kerja, atasan, atau klien tidak bersemangat untuk mendengarkan karena tidak memahami isi presentasi Anda. Coba perhatikan resep berikut agar presentasi lebih mengasyikkan.

PresentationSingkat Dan Jelas

Presentasi yang terlalu lama, panjang dan bertele-tele, akan membuat pendengar bosan. Jadi, usahakan waktu yang digunakan untuk menjelaskan materi sekitar 25 menit saja. Jangan gunakan kata-kata atau kalimat yang tidak efektif. Ungkapkan data yang terdiri dari angka-angka dengan lebih jelas.

Akan lebih mudah jika Anda membawakan presentasi dengan menggunakan metode mind mapping. Cara ini terbukti efektif membuat pendengarnya lebih mudah mengingat dan ‘merekam’ informasi dari presentasi yang disampaikan.

presentationPenyajian Lancar

Tak hanya materi presentasi yang harus disiapkan, Anda juga harus siap. Sudahkah Anda memerhatikan kata-kata yang sedikit sulit dan mengucapkannya dengan benar? Ini sering terlewat oleh kita. Saat harus mengucapkan istilah asing atau kata yang jarang kita ucapkan, kita malah terbata-bata.

Cepat atau lambat kita berbicara juga menentukan orang terhanyut dalam presentasi. Lihat bagaimana seorang dalang membawakan cerita, kadang agak keras, kadang lembut. Anda pun perlu begitu. Untuk itu, Anda perlu berlatih. Mintalah teman mendengarkan presentasi Anda dan minta juga masukannya. Saat bicara hindari kedua tangan terjulur atau dalam posisi bebas. Ini bisa menghilangkan konsentrasi.

SlideTambahkan Foto dan Gambar

Agar lebih menarik dan mudah dicerna, selipkan gambar animasi atau foto. Jika menggunakan slide, pahami isi slide satu persatu. Usahakan membuat cerita bersambung antara satu slide dengan slide lain. Ingat, presentasi adalah komunikasi ide. Penyampaian yang mengalir lancar akan memudahkan peserta menangkap pesan.

Kontak Mata

Saat presentasi, coba lakukan kontak mata dengan peserta. Sambil berbicara sesekali lemparkan pandangan ke arah mereka, bisa dari sisi kanan, tengah, atau kiri. Ini akan membuat Anda mengetahui apakah peserta tertarik mendengarkan atau tidak. Jika ada peserta yang berbicara sendiri atau melakukan aktifitas lain, acuhkan saja. Fokuslah pada materi yang Anda berikan agar konsentrasi tidak hilang.

Selipkan Humor

Presentasi yang terlalu serius memang terkesan menegangkan dan bikin bosan. Jadi, selipkanlah humor yang relevan dengan topik presentasi. Humor akan menyegarkan suasana dari rasa jenuh. Namun, jangan ungkapkan humor yang berlebihan. Ini akan membuat presentasi malah kehilangan makna. Anda sedang presentasi lho, bukan melawak.

Buat Ringkasan

Setelah presentasi selesai, sebaiknya Anda memberikan sedikit ringkasan dari materi yang telah Anda sampaikan. Dengan begitu, peserta bisa kembali mengingat apa yang telah mereka dapat dari presentasi Anda. 

Sumber : Erma Dwi Kusumastuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s