NOVITA PRIMADEWI

Ibu NOVITA PRIMADEWIPada kesempatan kali ini, MR. Cb tertarik mengangkat sebuah kisah dari wanita karir yang bernama Shanti Primadewi. Beliau menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil jurusan matematika (science). Pada tahun 1898 ketika Novi lulus dari ITB belian masih bingung untuk melamar kerja, karena pada tahun itu lapangan pekerjaan untuk sciencetist / mathematicians masih sangat sedikit dan hanya pemerintahan yang mempunya lowongan kerja untuk lulusan tersebut. Berbeda dengan jaman sekarang perusahaan swasta sudah membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan sciencetist / mathematicians. Bisa dibilang Novi merasa menyerah untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latarbelakang pendidikannya, akhirnya Novi memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia mengambil Master International Management . Karena menurut Novi dengan kuliah lagi beliau akan mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi dan memudahkan beliau untuk mendapatkan pekerjaan diluar bidang sciencetist.

Menurut Novi, Perusahaan multinasional biasanya tidak melihat almamater dia, itu sangat kecil nilainya.Setelah mendapatkan gelar master di UI, beliau mulai mendapatkan pencerahan untuk mencari pekerjaan. Inter Admark Dentsu Indonesia adalah perusahaan pertama beliau dan menjabat sebagai Head Of Marketing Research. Menurut Novi, Perusahaan multinasional biasanya tidak melihat almamater dia, itu sangat kecil nilainya dan hanya menjadi nilai plus. Tetap yang dilihat adalah relevansi pendidikannya. Novi mengambil pekerjaan tersebut karena beliau melihat pekerjaan ini  menggabungkan latar belakang pendidikannya dari matematika dengan management.  Di Advertising Agency ini Novi mulai belajar kerja untuk pertama kali. Bekerja selama satu tahun di Inter Admark Dentsu Indonesia, beliau merasa pekerjaan ini kurang cocok untuk dirinya, pada bagain marketing researchnya beliau suka tetapi semua orang mengalami kejenuhan dalam bekerja. Akhirnya Novi pun pindah kerja ke Hay Group, pada saat itu mencari pekerjaan masih secara manual yaitu melalui Koran. Kenapa beliau memilih lowongan kerja Hay Group? Karena menurut Novi hanya lowongan kerja Hay Group yang paling bagus untuk penulisan persyaratan dalam bahasa inggrisnya karena yang lain bahasa inggrisnya masih kurang benar. Itu menjadi alasan yang kuat kenapa  Novi melamar di Hay Group selain perusahaan tersebut perusahaan multinasional. Setelah melamar ke perusahaan tersebut, Novi diterima di Hay Group dengan jabatan terakhir sebagai Director.

Setelah bekerja di Hay Group selama 11 tahun, Novi mencoba untuk pindah kerja ke Holcim Indonesia, Bakrieland Development karena beliau ingin merasakan sesuatu yang berbeda dan Novi pernah juga membuka HR konsultan sendiri. Dan pada akhirnya Novi kembali lagi ke Hay Group pada tahun 2012. Karena beliau merasa HR Konsulting adalah passion Novi.

Menurut Novi sukses itu berbeda dari jaman ke jaman, tapi menurut beliau saat ini sudah mencapai titik kesuksesan dimana beliau sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Tetapi Novi masih memiliki ambisi atau keinginan untuk menjadi enterpreuner dengan membuat perusahaan sendiri untuk kedepannya.

Ketika Novi ditanya bagaimana pendapatnya mengenai sesorang yang sukses dengan latar belakang pendidikan yang bisa dibilang tidak ber-gelar. Beliau mengatakan apabila mereka yang sukses dengan tidak memiliki gelar mereka adalah orang-orang yang mau belajar dan memiliki keinginan untuk sukses lebih tingdan orang-orang seperti ini sangat sedikit.

Novi Primadewi mempunyai tips untuk pembaca Sinar Harapan jika ingin menggapai kesuksesan dalam berkarir. TEKUN dan FOKUS itu kunci sukses beliau menuju kesuksesan saat ini.Kapan kita harus fokus? Yaitu disaat kita tahu passion pekerjaan biasanya menemukan passion itu saat kita sudah bekerja biasanya 2-3 tahun.  Kita bisa mengambil kesimpulan dari kisah Novita Primadewi, ketika seseorang ingin menggapai kesuksesannya harus tekun dan fokus. Apalagi jika sudah menemukan passion dipekerjaan tersebut. Apabila kita menekuninya dan fokus dijamin kesuksesan menanti kita dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s