Si Tukang Somay Jadi Head of Telemarketing

Tidak ada menyangka bahwa seorang Head Telemarketing dari sebuah Perusahaan Asuransi terkemuka  di Indonesia yang  bernama Adjie Suharto, beliau bercerita kepada Careerbuilder Indonesia bahwa ia mengawali pekerjaannya sebagai tukang penjual Somay. Tahun 1995 ketika pertama kali datang ke Jakarta, laki-laki asal Brebes ini sempat kuliah di sebuah universitas swasta selama 6 semester, namun ketika akan menginjak semester 7, karena tekadnya seorang  Adjie yang pada saat itu mempunyai keinginan bagaimana caranya mendapatkan uang di Jakarta dan tidak ingin menyusahkan orang tua dan saudara, Adjie pun memutuskan untuk berhenti sementara kuliahnya. Perjalanan hidup memang tidak semudah yang dia bayangkan ketika waktu pertama kali berusaha mencari duit sendiri dengan menjadi seorang penjual Somay di Daerah Cirendeu – Ciputat selama setahun, ternyata usaha yang di jalaninya tidak membuatnya dia mengalami kemajuan, selalu pas-pasan pendapatanya. Akhirnya setelah satu tahun menjalani menjadi penjual Somay dia memutuskan untuk berhenti, dan atas ajakan seorang teman mulailah Adjie menjadi tukang parkir di pinggiran Jalan raya Mabes Hankam ( Taman mini ), sebelum mencari pekerjaan lain karena pada waktu itu untuk mencari pekerjaan dengan ijazah SMA sangatlah sulit. Dengan penghasilan sebagai tukang parkir yang bisa dibilang cukup hanya untuk kebutuhan makan setiap harinya, Adjie memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih kemudian ia mencari pekerjaan lain melalui iklan-iklan lowongan pekerjaaan di Koran yang di pinjamkanya dari seorang temannya.” Maklum saat itu belum banyak recruitment online seperti sekarang ini yang sudah mulai menjamur “

Dengan bermodalkan ijasah SMA pada saat itu akhirnya seorang Adjie mendapatkan pekerjaan pertama sebagai sales disebuah perusahaan mainan anak-anak di daerah Rasuna Said-Kuningan Jakarta Selatan.  Produk yang dijual adalah mainan anak-anak, pada saat menjalani aktivitas penjualan di hari pertama Customer pertama Adjie adalah seorang artis ibukota Titi DJ, dengan keringat dingin ia mencoba menawarkan kepada Titi DJ mainan piano tersebut. Harga satuan mainan itu sebesar Rp. 35.000 tapi Adjie menjual dengan harga Rp. 70.000 dan akhirnya Titi DJ pun membeli 2 buah mainan tersebut,”kata mba Titi DJ buat si kembar biar gak rebutan”. Adjie pun merasa sangat senang walaupun hanya menjual 2 mainan, ia mendapatkan keuntungan uang sebesar Rp. 70.000 dan mulai dari saat itu Adjie mulai menyukai dan menekuni dunia Sales. Karena menurut beliau  pekerjaan sebagai seorang sales ini bisa menghasilkan uang yang menjanjikan.

Dengan ijasah SMA yang dia miliki saat itu,  Adjie tidak pantang menyerah untuk mencari  pekerjaan sebagai seorang sales di bidang lain yang lebih menjanjikan penghasilanya. Beliau kembali mencari lowongan pekerjaan melalui koran, dari berbagai perusahaan yang ia lamar akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai direct sales kartu kredit. Saat beliau menjadi direct sales banyak pengalaman-pengalaman yang sangat menarik  yang tidak terlupakan sampai saat ini yaitu  ketika beliau mengunjungi nasabah. Adjie pernah di siram kopi sama calon nasabahnya sampai di pukul pistol saat beliau sedang menawarkan kartu kredit. Tetapi kejadian-kejadian tersebut tidak menciutkan semangatnya dalam terus membujuk nasabah bahkan kejadian tersebut dijadikan sebuah motivasi kerja beliau, dan hal ini merupakan  semangat kerja yang jarang dimiliki oleh pekerja pada jaman sekarang ini. Bekerja selama 2 tahun sebagai direct sales membuat Adjie merasa dia harus memiliki path career yang bagus. Kemudian beliau melamar kerja lagi ke beberapa perusahaan dan akhirnya Adjie diterima di perusahaan asuransi sebagai seorang TSO ( Tele Sales Officer ) Pada tahun 2003, sebuah profesi yang unik dan menarik baginya, karena sebagai seorang TSO beliau bisa menghubungi banyak nasabah dari seluruh kawasan Indonesia dengan menawarkan produk-produk Asuransi yang dia jual. dikarenakan kinerja seorang Adjie yang bagus maka beliau mendapatkan promosikan menjadi seorang Supervisor ( SPV )dan tak lama kemudian dalam waktu 2 (dua) tahun beliau diangkat menjadi Assosiate Telemarketing  Manager ( ATM ). Menurut Adjie hal ini merupakan sebuah achievement yang membanggakan  dalam hidupnya.

5 tahun sudah beliau bekerja pada sebuah perusahaan Asuransi tersebut lalu beliau pindah kerja ke sebuah perusahaan asuransi terbesar di Indonesia yang melakukan joint venture dengan sebuah Bank besar di Indonesia. Walaupun Adjie mengalami down grade ketika pindah tetapi ia tidak berkecil hati, karena beliau percaya bahwa  kesempatan untuk menjadi lebih  besar akan di dapatkan dengan terus menunjukan performance yang bagus kepada perusahaan di mana dia bekerja. Dengan kegigihan seorang Adjie Suharto akhirnya sekarang sudah mencapai tahap dimana menurutnya ini adalah sebuah achievement yang sangat mambanggakan . Sekarang ia menjabat posisi Head of Telemarketing dan memiliki lebih 300 anak didik dan sudah berhasil menyeleaikan studinya sebagai seorang sarjana.

Ada sedikit wejangan dari Adjie Suharto  untuk kamu pembaca Sinar Harapan jika ingin mencapai achievement atau target yang kamu miliki yaitu “3J“ J pertama adalah jangan pernah untuk hitung-hitungan dengan waktu ketika kita ,menjalan suatu pekerjaan, manfaat waktu yang ada untuk bekerja samaksimal mungkin dan terus belajar agar pekerjaan yang di hadapi terus semakin baik. J yang kedua adalah  Jangan pernah hitung-hitungan dengan tenaga, baru bekerja sebentar sudah merasa cape, lelah stress, hindari hal tersebut karena itu akan merugikan anda sendiri, selama tenaga kita masih kuat dan produktif manfaatkan tenaga kita sebaik mungkin untuk menciptakan hasil pekerjaan yang lebih baik, dan J yang ke tiga adalah jangan pernah hitung-hitungan dengan uang, hindari kata-kata “ Wani piro” sebelum kita bisa menunjukan yang terbaik kepada perusahaan anda ataupun diri anda sendiri  Karena menurut Adjie, ia percaya jika kita memaksimalkan waktu dan tenaga yang kita miliki,  pasti uang pun akan mengikuti, dan yang tidak boleh di lupakan adalah bersyukur dengan apa yang sudah didapatkan selama ini. Adjie melihat fenomena karyawan saat ini itu berperilaku “wani piro?” berani bayar berapa kalau mau bekerja lebih. Adjie mengatakan bahwa “jangan pernah meminta kepada atasan ataupun perusahaan anda lebih, tapi berikan seluruh kemampuan terbaik kepada perusahaan anda dan anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan, saya jamin bahkan  atasan ataupun perusahaan anda pasti akan memberi lebih dari apa yang anda bayangkan”.

Mr. Cb melihat perjalanan Adjie Suharto ini seperti pepatah “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu  bersenang-senang kemudian”. Kesuksesan itu harus dilalui dengan berbagai rintangan dahulu baru kita bisa petik keberhasilannya. Tidak ada yang mengetahui nasib seorang penjual somay, seorang tukang parkir bisa menjadi seorang Head of Telemarketing sebuah perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Bayangkan jika masyarakat Indonesia memiliki semangat kerja seperti Adjie Suharto, Mr. CB yakin negara ini sudah menjadi negara yang maju. Siapa saja boleh bermimpi, karena jika kamu berusaha maka impian mu akan menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s