SISI NEGATIF MULTITASKING?

MultiTasking

Tahukah kamu bahwa saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan yang multitasking? Sebenarnya kamu sendiri belum mengetahui apa yang dimaksud dengan multitasking dalam bekerja? Mari kita bahas bersama CareerBuilder Indonesia apakah multitasking dalam bekerja itu baik untuk karir dan pekerjaan kamu?

Sebelum membahas apakah multitasking baik untuk karir kamu, lebih baik kita bahas dahulu apa itu multitasking dalam bekerja? Multitasking dalam bekerja yaitu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Tren para pekerja saat ini adalah sebagai multitasker, karena tuntutan dari perusahaan yang mengharuskan mereka bekerja dengan berbagai pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Tahukah kamu jika Multitasking itu berbahaya bagi kesehatan kita? Tahukah kamu bahwa multitasking menimbulkan beberapa hal negatif? Mari kita jabarkan apa saja yang bisa membahayakan pekerjaan dan diri kita :

Memperlambat pekerjaan : Pada awalnya kamu berniat untuk mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu itu untuk mempersingkat waktu tetapi tidak kamu sadari bahwa akan lebih lama karena fokus anda akan terbagi dua. Lebih baik kamu menyelesaikan satu pekerjaan dahulu baru lanjut ke pekerjaan selanjutnya.

Kesalahan Besar : Banyak ahli yang menyatakan bahwa orang yang melakukan multitasking dapat menurunkan produktifitas sebanyak 40%. Dan berakibat membuat kesalahan-kesalahan dalam pengerjaan tugas.

Daya ingat menurun : Terlalu banyak hal yang harus dikerjakan membuat otak kita tidak bekerja secara maksimal, dan banyak contoh kasus yang membuat daya ingat kita menjadi menurun. Sebaiknya kita atasi dengan mencatat setiap info pekerjaan yang sedang kita kerjakan.

Dr. David Meyer, profesor psikologi dari University of Michigan, mengatakan bahwa semakin kompleks kegiatan seseorang, semakin banyak pula waktu yang ia butuhkan. Sehingga ketika mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, seseorang tidak dapat menyelesaikannya dengan optimal. Alih-alih meningkatkan produktivitas, akhirnya malah menyebabkan karyawan sering bolos kerja, dan yang lebih parah, tingkat turnover (keluar masuk karyawan) menjadi lebih tinggi.

Pilihan anda memilih untuk multitasking, jika anda mampu silahkan anda kerjakan tetapi sekiranya anda tidak mampu lagi untuk mengerjakannya lebih baik anda bilang ke rekan kerja atau atasan anda agar memberi pekerjaan tidak sekaligus banyak atau diberikan deadline yang tidak bersamaan. Lakukan selagi anda mampu menjalaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s