Mengapa kita gagal meraih karir di Migas

SOURCE : KASKUS

Tahukah kamu banyak penyebab kenapa kamu susah untuk masuk ke dalam perusahaan minyak dan gas? Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya adalah Almamater. Mau tahu alasannya mari kita simak pembahasan berikut ini.

Penyebab #1 – IPK RENDAH

Kurangnya informasi mengenai kompetensi yang disyaratkan oleh perusahaan migas selama kuliah, menyebabkan kita kurang termotivasi untuk mencapai IPK minimal yang sering disyaratkan dalam iklan rekruitment perusahaan Oil Gas (biasanya 3.0 s/d 3.5 dll ).

Merupakan hal yang wajar bila sebuah perusahaan mensyaratkan IPK tinggi, karena untuk lulusan baru, nilai IPK menjadi indikator seberapa serius kita mempelajari ilmu akademik selama di kampus. Dengan IPK tinggi, perusahaan Oil Gas beranggapan kita bisa melakukan adaptasi dengan cepat atas tugas-tugas pemula yang umumnya masih bersifat teknikal, bukan tugas-tugas manajerial yang lebih membutuhkan keterampilan interpersonal.

Memiliki IPK tinggi, bagaikan memiliki Pass Card dalam seleksi tahap awal. Namun hal ini bukan menjadi penentu hasil test secara keseluruhan sehubungan kita perlu melewati test lain yang bersifat non teknikal, yaitu SOFTSKILL (keterampilan intrapersonal dan interpersonal),kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa Inggris, kesehatan dll.

Nilai IPK akan semakin jarang ditanyakan seiring dengan makin banyaknya pengalaman kerja, setelah beberapa tahun, isi CV mengenai keahlian yang didapat dalam pekerjaan akan lebih banyak dibahas dalam wawancara.

Note : Tidak semua perusahaan mutlak mensyaratkan nilai IPK dan lebih melihat apa isi CV anda

Saran :

Bagi yang saat ini masih mahasiswa, perkuat lagi motivasi untuk belajar lebih giat. Bila berhasil mendapatkan IPK diatas 3.0, bisa langsung melamar ke perusahaan Oil & Gas jenis KKPS atau Oil Service.

Namun bila tidak berhasil, pilihlah dahulu perusahan Oil & Gas jenis lain , setelah cukup senior, kita dapat beralih ke perusahan KKPS dari jalur rekruitment bagi pelamar berpengalaman dimana saat wawancara, faktor pengalaman akan lebih dihargai dibandingkan dengan IPK saat ia lulus.

Penyebab #2 – KURANG FASIH BERBAHASA INGGRIS

Kemampuan bahasa Inggris menjadi kartu wajib bagi yang ingin melamar ke perusahaan migas, karena banyak phase di dalam test perusahaan Oil & Gas dilaksanakan dalam bahasa Inggris, misal test Communication Assesment dimana kita akan diberikan beberapa pertanyaan dan diminta untuk menjawab , Focus Discussion Group (FGD) dimana kita dilibatkan dalam kelompok diskusi untuk memecahan masalah, Presentasi dan Wawancara Langsung dengan usernya.Semua test ini dilaksanakan dalam bahasa Inggris.

Pengetahuan akademis, kemampuan untuk memecahkan masalah yang mungkin kita miliki tentu tidak akan terlihat bila tidak bisa tersampaikan ke pihak lain (dalam bahasa Inggris).Tidak mampunya kita menjawab pertanyaan dalam test Communication Assesment, tidak mampunya berpartisipasi aktif dalam test FGD, terlebih saat melakukan presentasi, semua hal ini akan memberikan kesan kepada pewawancara bahwa kita memiliki karakterpasif, kurang berani mengajukan pendapat, kurang cerdas sehingga akhirnya dinilai kurang kompeten.

Kefasihan dalam bahasa Inggris akan memberi dampak besar dalam perkembangan karir di bidang migas , setelah 5 tahun bekerja kita akan mulai diberi tanggung jawab untuk memimpin sebuah tim yang harus melakukan komunikasi (lisan dan tulisan) dengan manajemen proyek, perusahaan maupun klien. Semua komunikasi tulisan seperti Report, Note, Email ditulis dalam bahasa Inggris.

Di saat rapat, bagi kita yang kurang fasih dalam bahasa Inggris akan melihat masalah yang di diskusikan demikan kompleks, padahal seandainya rapat dilaksanakan dalam bahasa Indonesia masalah yang didiskusikan tenyata ‘biasa-biasa saja’ dan bisa kita berikan solusinya dengan mudah.

Bila telah cukup senior di bidang migas, bahasa Inggris juga memberikan kita peluang lebih besar untuk bekerja di luar negeri untuk mendapatkan salary yang jauh lebih tinggi.

Saran :

Bila memungkinkan, belajar lebih intensive dengan mengambil kursus kursus bahasa Inggris.Namun bila terbentur biaya, cara yang lebih praktis dan murah ialah belajar menterjemahkan. Carilah buku/dokumen yang ditulis dalam 2 bahasa, Inggris dan Indonesia, misal manual book, majalah dwi bahasa, dokumen kontrak atau buku contoh surat bisnis di gramedia yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Tuliskan pertama kali dalam komputer narasi dalam bahasa Indonesia, kemudian coba untuk menterjemahkan dalam bahasa Inggris dan bandingkan. Setelah cukup fasih, lengkapi dengan memperbaiki teknik pengucapannya (pronunciation)

Penyebab #3 – KURANG CAKAP MENYAMPAIKAN PENDAPAT (DENGAN BENAR) dan MEMECAHKAN MASALAH

Kefasihan dalam bahasa Inggris tetap kurang berarti bila kita gagal melewati test Communication Assesment, FGD, dan Presentasi yang memerlukan beberapa keahlian interpersonal penting yaitu kemampuan menyampaikan pendapat, memecahkan masalah dan bekerjasama dalam tim.

Tidak banyak diantara kita yang terbiasa untuk mengemukakan pendapat dalam forum, mempertahankan pendapat, menyanggah, berkompromi dll yang berhubungan dengan pemecahan masalah dalam suatu diskusi. Bilapun ada, belum tentu bisa dilakukan dengan cara yang elegan dan santun.

Berpikiran kritis, lugas bukan berarti harus berkata kasar, menghina, menyerang, sinis dan memojokkan pihak yang memiliki pemikiran berbeda dengan kita.Prilaku tersebut merupakan indikator bahwa kita memiliki cara berkomunikasi yang buruk dan kurang bisa bekerja dalam tim karena menjadikan rekan diskusi menjadi lawan kita bukan disebabkan adanya perbedaan pendapat yang terlalu jauh, namun tersinggung atas ucapan dan sikap kita dalam diskusi.

Dari hasil test FGD, penilai bisa memprediksikan prilaku pelamar saat bekerja dalam tim, apakah ia memiliki sifat yang destruktif terhadap tim (seperti agresif,mendominasi, pasif) ataukah kondusif seperti berperan aktif menyampaikan ide, berpikiran terbuka menerima masukan, kerelaan untuk tetap mendukung hasil kesepakatan forum walaupun idenya tidak disetujui peserta lain.

Saran :

Aktiflah dalam organisasi dengan tujuan mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat dengan baik dan melatih untuk memecahan masalah secara sistematis, bila mungkin belajar menjadi moderator/pemimpin rapat karena akan mendapatkan banyak kesempatan untuk belajar memecahkan masalah. Saat ini, banyak mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi, namun tidak mengetahui apa target pengembangan interpersonal yang harus didapatkan dari keterlibatannya dalam organisasi.

Belajar memecahkan masalah dengan tahapan berikut :

  • Mengindentifikasi Masalah
  • Mencari Penyebab Masalah
  • Menginventarisir pilihan-pilihan pemecahan masalah
  • Membahas nilai positif dan negatif nya masing-masing alternatif solusi
  • Memilih alternatif solusi yang paling baik

Penyebab #4 – KURANGNYA KEDALAMAN PENGETAHUAN DASAR KULIAH

Dalam banyak kasus, IPK tinggi tidak sepenuhnya mencerminkan kedalaman pengetahuan akademik pelamar. Hal ini bisa kita maklumi karena saat kita kuliah, kita kurang memiliki waktu untuk memahami filosophi ilmu secara dalam karena sempitnya waktu belajar dan lebih memprioritaskan untuk bisa mengerjakan soal ujian tanpa memahami filosophi analisanya dengan dalam.

Seringkali soal ujian ini bentuknya ‘itu – itu saja’ karena faktor dosen yang kurang rajin membuat soal baru yang sama sekali berbeda. Saat di kampus tentu kita pernah mendapatkan “kisi-kisi” soal ujian dari soal-soal ujian senior di tahun-tahun sebelummya.

Bisa jadi nilai A yang kita dapatkan disebabkan faktor keberuntungan karena pernah mengerjakan soal tahun sebelumnya yang mirip dengan soal sekarang , berbeda angkanya saja. Pemahaman filosofi keilmuan biasanya baru kita pahami setelah kita berada di lingkungan kerja karena mendapatkan kasus yang harus kita selesaikan.

Dalam test teknikal untuk fresh graduate, tentunya pewawancara tidak akan menanyakan pertanyaan teknikal tingkat tinggi, tapi setidaknya, logika dasar keilmuan yang dipelajari saat kuliah diharapkan untuk diketahui, misalnya, untuk teknik sipil, tentunya pengetahuan dasar rumus momen maksimum, gaya dalam, defleksi maksimal adalah materi yang umum ditanyakan.

Saran :

Bagi yang melamar ke perusahaan migas Oil Gas jenis KPS, Drilling, Oil Service, buka kembali buku-buku mata kuliah lama, terutama mata kuliah dasar yang mungkin diajukan dalam wawancara.

Sedangkan bagi yang melamar ke perusahaan Engineering Oil & Gas, cara paling efektif adalah dengan mempelajari analisa yang biasa dilakukan di posisi yang ia lamar. Hal ini akan menjadi benang merah yang kuat antara keahlian yang kita miliki dengan keahlian yang diperlukan untuk bekerja pada posisi yang kita lamar dan sehingga CV kita menjadi menarik.

Untuk meningkatkan kemampuan ini, bisa didapatkan melalui training maupun autodidak. Untuk mencapai kompetensi ini, tidak hanya cukup dengan menjadi software operator saja, namun juga perlu mempelajari filosophi desain secara dalam, familiar dengan Design Code nya, dan mengenal aturan desain dari klien bila memungkinkan.

Penyebab #5- ALMAMATER…..???

Terdapat mitos bahwa karir migas mempriotitaskan untuk lulusan top four (ITB, UI, UGM, ITS). Hal ini tidak sepenuhnya benar. Mitos ini bisa ditembus selama anda memiliki nilai kompetensi yang baik melalui peningkatan diri karena pada prinsipnya, perusahaan Oil & Gas menginginkan pelamar memenuhi kualifikasi yang diinginkan, dari manapun asal pelamar.

Bila anda beruntung berlatar belakang akademik dari kampus top four ini, anda memiliki satu langkah start yang baik karena ‘ditenggarai’ anda mungkin bibit unggul, namun tetap saja semua ini perlu dibuktikan melalui test keseluruhan , dimana masih banyak faktor juga memiliki berpengaruh besar dalam menentukan hasil akhir test dibanding asal almamater. Jadi daripada menghabiskan waktu membahas mitos ini, akan lebih bermanfaat untuk segera melakukan peningkatan kemampuan diri di berbagai hal.

Saat senior engineer melakukan mewawancara, kesamaan alumni akan menjadi prioritas kedua bila dilihatnya calon dari kampus lain yang memiliki ‘chemistry’ lebih baik, yaitu (tetap) memiliki nilai akademik yang tinggi, kemampuan analisa yang kuat serta softkill (interpersonal) yang unggul.

Saran : Perbaiki SOFTSKILL

Penyebab #6- TEST KESEHATAN

Tentunya tidak ada satu perusahaan pun yang mau merekrut karyawan dengan kondisi kesehatan yang buruk atau berpotensi akan menderita penyakit berat sehingga akan mengganggu pelaksanaan tugas (misal Hapatitis B, Aids, potensi gagal jantung dll).

Perusahaan Oil Gas, terutama KKKS . Drilling dan Oil Service memiliki standar syarat kesehatan paling tinggi, untuk jenis lain memiliki syarat standar.

Saran : Jaga kesehatan sebaik baiknya (sarannya standar banget..ya.)

Penyebab #7 – KURANG MENGETAHUI PETA KARIR OIL GAS

Banyak pelamar yang tanpa sadar hanya mengejar karir di perusahaan oil & gas jenis PSC atau Drilling/Oil Service Company yang memiliki standar kompetensi paling tinggi.

Hal ini bukan salah kita karena saat kuliah, pengetahuan kita mengenai jenis perusahaan Oil & Gas sangat minim dan hanya mengenal perusahaan minyak ternama saja seperti TOTAL, SHELL

Selain itu, perusahaan Oil & Gas yang rajin melakukan rekruitmen besar-besaran di kampus atau memasang iklan lowongan sebesar 1 halaman koran biasanya adalah perusahaan Oil & Gas jenis Oil Company(PSC).

Sebenarnya, banyak perusahaan Oil & Gas jenis lain, misal EPC yang juga memberikan standar gaji cukup tinggi, dan bila anda telah senior (setidaknya 5 tahun), bisa berpindah ke Oil Company(PSC).

Saran :

Perbanyak pengetahuan mengenai jenis perusahaan migas serta alamatnya, perbaiki kompetensi untuk memperbesar peluang lolos ke perusahaan oil gas non KKPS sebagai langkah awal, untuk kemudian secara bertahap mendekati karir di perusahaan KKKS.

Penyebab #8 – PENULISAN CV YANG BURUK

Curriculum Vitae merupakan satu-satunya media komunikasi antara pelamar dengan user, untuk itu CV perlu disusun sedemikian rupa sehingga seluruh hal-hal positif yang kita miliki tersampaikan dalam CV, baik nilai IPK, kemampuan analisa, bahasa, prestasi saat kuliah (akademik dan organisasi) dll.

Namun banyak dari kita yang menyusun CV ala kadarnya, tidak spesifikik menggambarkan kemampuan kita, bahkan mencantumkan informasi yang tidak relevan dengan pekejaan yang kita lamar seperti tinggi badan, hobby dll.

Hal yang paling membuat CV menarik bagi pewawancara adalah bila di dalam CV, tercantum keahlian yang sama dengan keahlian yang digunakan mengerjakan tugas di posisi yang kita lamar. Bagi yang berpengalaman sejenis, bisa mencantumkan rincian tugas lama dalam CV, namun bila belum pengalaman, anda bisa mencantumkan kemampuan yang didapat dari training dalam CV.

Saran :
Rubah CV kita dalam format yang lebih baik, dan mencari informasi penulisan CV yang baik

Penyebab #9- TERLALU LAMA BERKARIR DI BIDANG NON MIGAS

Perusahaan jenis apapun, saat merekrut karyawan non fresh graduate, tentunya berharap pelamar memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang pekerjaan yang dilamarnya, begitu juga bidang migas. Untuk itu disarankan, keputusan untuk berpindah ke bidang Oil Gas dilakukan dalam 3-5 tahun pertama masa kerja/sejak lulus sehubungan pelamar yang memiliki pengalaman non migas diatas 5 tahun cenderung dianggap ia telah terbentuk di bidangnya.

Saran :
Upayakan untuk berpindah bidang sebelum 5 tahun pertama sejak lulus, arahkan karir anda ke perusahaan yang masih bersentuhan dengan bidang migas sebagai langkah sementara, misal vendor equipment, kemudian berpindah lagi ke bidangnya yang lebih dekat dengan oil gas ,misal EPC untuk akhirnya sampai ke langkah akhir di bidang oil gas.

Penyebab #10- KURANG BERDOA DAN BERBAKTI PADA ORANG TUA

Faktor ini tidak kalah penting bagi kita, penulis meletakan faktor ini dalam nomor terakhir bukan berarti faktor ini adalah faktor yang tidak penting, sebaliknya SANGAT PENTING dan berbobot sama dengan jumlah keseluruhan 9 faktor sebelumnya. Tentunya, dalam agama yang kita anut, Tuhan menyuruh umatnya untuk terlebih dahulu melakukan ikhtiar, untuk kemudian menyerahkan semuanya kepada Tuhan yang Maha Menentukan.

 

Catatan :

1. Penomoran faktor penyebab tidak diartikan sebagai urutan prioritas, kekurangan dalam satu faktor bisa menjadi penyebab kegagalan secara keseluruhan.
2. Pemberian tanda tanya (????) di belakang beberapa faktor penyebab dikarenakan belum jelasnya kebenaran informasi (baca : mitos he he he)

Pembaca, semoga sedikit masukan ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca yang belum berhasil mendapatkan karir migas, menjadikan pembaca tetap bersemangat, makin mengetahui ‘kelemahannya’ dan memberi arah lebih baik dalam usaha meningkatkan kompetensi diri guna memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan perusahaan oil gas, baik akademik maupun non akademik (softskill).

Mohon bantuan saran pembaca bila rangkuman ini belum sempurna untuk menginventarisir lebih banyak lagi faktor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s