Cara Atasan Menguji Bawahannya

Test Employment

Careerbuilder.co.id – Apakah Anda pernah meliaht sebuah postingan pekerjaan dan berpikir,” Ya tentu, Saya bisa melakukan itu”? atau bisa diterapkan untuk posisi yang Anda inginkan tetapi tidak mempunyai ketrampilan tersebut? Ini adalah salah satu alasan terbesar pengusaha untuk melakukan serangkaian tes untuk menyaring pelamar kerja yang mungkin tidak siap untuk tantangan peran ini.

“Menurut Departemen Tenaga Kerja, setiap penilaian yang digunakan selama proses penyaringan dan seleksi karyawan adalah ujian. Dan setiap tes yang digunakan harus berkaitan dengan pekerjaan,” ujar Ira S Wolfe, presiden dari Success Performance Solutions dan penulis “ Perfect Labor Storm 2.0”. “ Masalah yang melekat dengan sebagian besar pengujian adalah bahwa hal itu berfokus pada pencapaian pelamar kerjad apa masa yang lalu. Dan banyak manajer yang fokus kepada ‘Hard’ ketrampilan yaitu adalah keterampilan teknis dan administrasi”.

Wolfie menunjukkan meskipun pengusaha juga perlu untuk menguji bagaimana pencari kerja bisa menerapkan sebuah trampilan dan bahwa mereka juga bsia mengulang kesuksesan mereka.”Sementara wawancara dan referensi masih menjadi alat yang penting, contoh kerja serta pengujian pra kerja bisa menjadi peran yang lebih besar untuk bisa memberikan penilaian kinerja masa depan dan potensi untuk bisa beradaptasi dan tumbuh.”

Kita bisa membaca lebih lanjut tentang bagaimana pengusaha bisa memberikan ujian yang cukup bagi pelamar yang berminat dan untuk mengetahui bagaimana Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tes ini.

1. Instruksi mengikuti dan memperlihatkan kreativitas

Direktur produksi multi media dari The Security Awareness Company, Ashley Schwartau yang bertanggung jawab untuk bisa menemukan asisten produksi baru pada awal tahun tersebut. Dalam rangka menemukan orang yang cocok untuk tim mereka, dirinya pertama kali melalui email.

“Ketika kami posting di iklan kami, ada lima persyaratan bagi mereka untuk mengirimkan kepada kami ketika mereka menjawab,” ujar Schwartau.” Siapa pun yang tidak mengikuti petunjuk kama maka kami tidak akan melihat lebih lanjut karena itu adalah keterampilan yang cukup mendasar. Tetapi kemudian ada beberapa persyaratan yang lebih ‘informa’ menyenangkan’, kami melihat berapa banyak pikiran dan kreativitas para pelamar yang diperlihatkan dalam respons mereka. Beberapa dari mereka sangat keratif, kami menempatkan mereka ‘kemungkinan stack.”

2. Membuktikan pengalaman melalui contoh

Selanjutnya, Schwartau akan mengukur riwayat pekerjaan pelamar dengan melihat halaman portofolio oinline merkea.” Banyak hal dalam portofolio adalah potongan kecil dari seolah merea. Dimana mereka mempunyai banyak waktu untuk menyeleasikan tugas dan diberi instruksi khusus. Hal ini yang dapat memberitahu kepada Anda bagaimana literal seseorang mengikuti aturan yang diberikan kepada mereka, bagaimana mereka berpikir ketika diberi parameter tertentu, dll”.

Namun, Tim Schwartau’s juga mengharapkan calon untuk bisa menampilkan kreativitas melalui ide mereka sendiri dan bekerja, dan belum tentu apa yang ditugaskan kepada mereka. “Sangat penting untuk mencari karya lain seperti proyek pribadi, atau hal yang telah mereka lakukan sendiri hanya untuk belajar sesuatu. Banyak pelamar tidak mempunyai hal tersebut dan ketika kami berbicara kepada merea di telepon atau secara langsung menjadi jelas bahwa mereka tidak mempunyai komunikasi kreatif. Mereka tidak akan pergi keluar dan belajar bagaimana melakukan hal tanpa diberitahu atau diminta. Jadi mareka tidak akan bagi bagi tim kami.”

3. Menjelaskan proses dan memenuhi tuntutan pekerjaan

Mempunyai produk akhir yang disukai oleh pengusaha mungkin tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan jia Anda tidak bisa juga bekerja dengan tuntutan alur kerja merea. Menunjukkan semangat untuk pekerjaan Anda dan mampu menyelesaikannya dalam tuntutan sebuah peran adalah sangat penting. Schwartau mengatakan,” Dapatkan mereka untuk bisa memperlihatkan apa yang bisa membuat mereka menjadi bangga dari Anda dan mencari tahu mengapa. Anda dapat mengetahui berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu dan apa yang mereka lakukan untuk bisa melakukannya.

“Kami melihat hal tersebut adalah sebagai gambar yang indah dari satu pelamar yang telah melakukan proyek dalam semester panjang dan mereka terlihat baik. Banyak detail dan ilustrasi. Sangat moderan dan terlihat segar. Tetapi kemudian kami berpikir tentang hal tersebut dan bisa membawanya dalam waktu empat bulan untuk bisa melakukan sesuatu yang kami bisa lihat dalam beberapa minggu. Setelah berbicara dengan dia lebih lanjut, menjadi jelas bahwa tenggat waktu dan bisa membuat dirinya stress dan dirinya mungkina akan kewalahan melihat kekacauan tersebut. Keahliannya tidak sampai kepada tantangan .”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s