Tips Menjadi Seorang Sales yang Kompeten

great salesman

Dalam dunia kerja, keberadaan departemen sales sering kali dijadikan sebagai ujung tombak perusahaan, mengingat besarnya pengaruh departemen ini terhadap sukses atau tidaknya industri yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Bagaimana tidak, melalu tim sales atau penjualan-lah suatu produk barang atau jasa dari perusahaan tersebut dapat terjual dan dikenal banyak orang –Yang mana hasil penjualan tersebut akan mendatangkan pemasukan (income) bagi perusahaan.

Walau begitu, masih banyak yang memandang sebelah mata profesi ini karena seringkali seorang sales yang masih pemula ditempatkan langsung di lapangan. Coba lihat di pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan, kita seringkali menemukan seorang sales yang menawarkan berbagai macam jenis produk dan jasa untuk dijual. Banyak dari kita yang menolak tawaran tersebut karena berbagai alasan, salah satunya karena tujuan kita ke tempat-tempat tersebut adalah untuk membeli barang yang dibutuhkan atau sekedar refreshing, bukan untuk membeli barang-barang yang belum dibutuhkan –Seperti yang biasa ditawarkan oleh para sales tersebut.

Gaji pokok yang didapat sebagai seorang sales terbilang cukup kecil dan hanya mengandalkan komisi dari setiap penjualan yang berhasil dilakukan. Target penjualan yang ditentukan oleh perusahaan pun sangat besar sehingga kadang membuat para sales ini menghadapi tekanan tersendiri. Maka jangan heran jika lowongan sales terkesan bukanlah lowongan pekerjaan idaman para pelamar kerja.

Namun tidak di semua perusahaan menempatkan seorang sales di lapangan. Di beberapa perusahaan, divisi sales memiliki otoritas yang cukup tinggi, mengingat apa yang telah mereka jual sangat mempengaruhi pemasukan perusahaan maka departemen sales sering kali mendapatkan tempat “istimewa” di dalam perusahaan. Misalnya di stasiun TV. Departemen sales cenderung mendapatkan beberapa fasilitas yang mumpuni, seperti mobil dinas, maupun ruangan yang lebih nyaman karena hasil penjualan spot iklan untuk mensponsori acara TV sangat tinggi nilainya bagi stasiun TV tersebut.

daniel manantaBagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia sales, jangan patah semangat dulu karena pada kenyataannya banyak juga orang sukses yang karirnya bermula dari seorang sales. Dari dalam negeri sebut saja pembawa acara kenamaan Daniel Manantha yang kini sukses dengan merek clothing line yang ia dirikan yaitu DAMN! I love Indonesia. Sebelum terkenal, ia pernah menjadi seorang sales dari sebuah perusahaan Multilevel Marketing. Dari pengalamannya tersebut, ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, utamanya tentang membangun mental berbisnis yang kuat. Dari luar negeri terdapat pula nama Joe Girard, seorang warga Amerika yang kini dikenal sebagai World’s Greatest Salesman dari Guiness Book of World Records. Ia mendapat predikat tersebut berkat keberhasilannya atas penjualan mobil Chevrolet dengan angka fantastis, yaitu 13.001 unit selama kurun waktu 15 tahun (1963-1978) waw!

 

Lalu bagaimana langkah menjadi seorang sales yang sukses di tengah persaingan dunia kerja yang kian kompetitif? Berikut beberapa tips karir agar sukses memiliki karir sebagai sales:

 

Persiapan Mental

Tantangan terbesar menjadi seorang sales adalah harus menguatkan mental sekuat baja. Penolakan dari calon customer/pelanggan akan sering dihadapi. Seorang sales harus tahan banting dan pantang menyerah terhadap penolakan agar berhasil mencapai angka penjualan yang sudah ditargetkan.

 

Product Knowledge

Sebelum menjual ke calon customer, sebaiknya seorang sales harus terlebih dahulu memahami barang atau jasa yang akan dijual. Sebagai seorang penjual, Anda harus benar-benar mengerti tentang produk yang akan dijual, sehingga dapat menjelaskan kepada calon pembeli tentang produk tersebut, terutama dari segi benefit produk tersebut dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Komunikatif

Untuk menggaet calon customer atau pelanggan, seorang sales harus mampu menjelaskan produk secara singkat dan jelas. Jangan membuat konsumen bingung dan malah memilih produk lain. Deskripsi produk yang dijelaskan oleh sales akan sangat berpengaruh ke pembelian produk tersebut.

 

Mengenali Calon Konsumen

Menurut Joe Girard, “proses jual-beli lebih mengarah pada ikatan emosional antar penjual pembeli secara dua arah” sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan proses jual beli diperlukan pendekatan tersendiri. Anda harus mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan calon konsumen Anda, jika yang Anda temui adalah dari kalangan menengah atas (elite), cobalah memahami lebih dalam kebiasaan-kebiasaan dan perilaku mereka sehingga ketika Anda berkomunikasi dengan calon pembeli, mereka akan merasakan nyaman berbicara dengan Anda.

 

Improvisasi

Menurut NYtimes, “Sales is an art, not a science”, maka cobalah untuk selalu berimprovisasi saat akan menjual barang yang Anda tawarkan. Cobalah untuk menjual dengan “gaya” tersendiri, misalkan menawarkan produk Anda melalui media sosial dengan gaya bahasa sehari-hari, agar penyampaian seputar produk yang Anda tawarkan dapat diterima lebih cepat oleh calon pembeli.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s