Emansipasi Wanita: Menghadapi Persaingan Dunia Kerja

emansipasi wanita

Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2015, kita kembali diingatkan untuk selalu menghormati dan menghargai wanita, dengan memperingati Hari Wanita Internasional. Wanita tidak lagi seperti dahulu, yang serba dibatasi dalam segala hal, termasuk dalam berkarya dan bekerja. Hak perempuan yang dulunya sering kali diabaikan dan selalu dianggap sebagai kaum yang lemah. Ini ditandai dengan pergolakan revolusi serta sikap protes dari para wanita di berbagai belahan dunia saat memasuki abad 20, yang mana kebanyakan dari para buruh wanita yang tidak mendapatkan perlakuan dan hak yang tidak selayaknya. Tepat pada tahun 1957, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mulai memberi dukungan penuh pada gerakan serikat-serikat buruh wanita yang ada pada masa itu, dan ikut menyuarakan isu persamaan hak wanita, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial.

 

Dibutuhkan waktu berabad-abad bagi para wanita di seluruh dunia mendapatkan hak-nya untuk dapat hidup sejajar dan bersanding dengan kaum pria. Beberapa usaha telah dilakukan oleh para pejuang wanita, sampai pada pencetusan hari Wanita Internasional. Bagi hampir seluruh wanita, pastinya hal ini memberikan kebbanggaan tersendiri, dimana jerih payah para pejuang emansipasi yang telah berjuang mati-matian demi terciptanya kesetaraan hak, yang mana kini keberhasilan tersebut dapat dinikmati hasilnya oleh seluruh wanita di penjuru dunia. Perempuan sudah tidak lagi dilarang untuk mengenyam pendidikan tinggi. Perempuan juga bisa melalukan pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh laki-laki –Bahkan cukup banyak dari kaum wanita ini yang menjadi pempimpin dalam perusahaan.

 

Merry RianaAda banyak perempuan dengan karir yang sukses di era ini. Beberapa nama yang dapat kita jadikan contoh, salah satunya adalah Merry Riana, seorang pemudi sukses yang memiliki usaha sendiri bidang finance atau keuangan dengan omset ratusan juta dollar, atau sekitar Rp 7 Milliar, di usia yang terbilang cukup muda, yakni 26 tahun. Kisahnya yang inspiratif juga diangkat ke dalam sebuah layar lebar. Semangat wanita ini untuk maju membuat mimpinya untuk terbebas dari masalah keuangan sebelum usia 30 tahun bisa terlewati. Namun amat disayangkan karena pada kenyataannya, beberapa perempuan masih menghadapi realita yang pahit dan harus terus berjuang keras untuk mendapatkan kehidupan, layaknya wanita-wanita yang telah mendapatkan hak-nya. Upah atau penghasilan perempuan di beberapa tempat masih belum bisa disejajarkan dengan pria. Cukup banyak juga perempuan di belahan penjuru lain ini yang acapkali ditempatkan di bidang pekerjaan reproduktif, yaitu bidang pekerjaan sebagai relawan, seperti tenaga perawat di panti jompo, asisten & pembantu rumah tangga atau housekeeping serta profesi lain, yang umumnya berhubungan dengan bidang jasa hospitality  –Yang mana mereka ini tidak selalu mendapatkan penghargaan yang layak dan setimpal.

 

Lalu bagaimana agar kaum perempuan juga bisa mengembangkan potensi diri dan memberikan sumbangsih nyata dalam bermasyarakat? Berikut adalah beberapa tips bagi kaum wanita, terutama dalam hal karir, agar mampu menghadapi persaingan di dalam dunia kerja;

 

1.  Jangan memperlihatkan Anda lemah
Tenaga perempuan memang tidak sebanding dengan tenaga pria. Namun bukan berarti perempuan dapat terlihat lemah lunglai dihadapan rekan kerja. Sebagai perempuan, Anda harus meyakini kemampuan terbaik yang Anda miliki. Jangan memperlihatkan kesan bahwa Anda adalah mahluk yang lemah. Berusahalah sesuai kemampuan hingga batas maksimal Anda. Lemah lembut bukan berarti anda lemah dalam bertindak dan berpikir. Tunjukan bahwa Anda mampu bersikap tegas dan mampu mengambil keputusan, terutama dalam hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti.

 

2.  Selalu membawa energi positif
Seperti yang kita semua tahu, dalam beberapa kondisi, perempuan memang di-identik-an dengan mood atau suasana hati yang mudah naik dan turun. Untuk itu Anda harus selalu berusaha menghadapi segala sesuatu secara positif –Terutama hal yang berkaitan serta menguras emosi. Dengan begitu, sebagai perempuan, Anda menjadi pribadi yang juga dapat diandalkan dalam segala situasi.

 

3.  Hindari sikap manja
Berusaha dengan sepenuh jiwa dan selalu bersemangat harus diterapkan para wanita pada saat bekerja. Aura semangat yang Anda pancarkan akan berpengaruh kepada tim dan rekan satu divisi. Jangan selalu minta dimaklumi hanya karena Anda adalah seorang perempuan –Yang memiliki keterbatasan. Namun tunjukan bahwa Anda adalah perempuan yang memiliki semangat serta berdedikasi terhadap pekerjaan Anda.

 

4.  Be your self
Perlu diingat, sesukses apapun Anda pada akhirnya, pada dasarnya kodrat Anda tetaplah seorang perempuan. Janganlah memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan jati diri Anda, apalagi hanya sekedar demi mendapatkan “pengakuan” –Seperti yang sering kita lihat bersama, bahwa banyak juga dari para wanita yang sering keliru dalam mengartikan emansipasi, kalau wanita tidak butuh pria. Tetaplah pada jati diri Anda yang sejati, perempuan mandiri yang mampu menentukan dan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada kehidupan dan karir. Jika Anda dapat menjadi diri sendiri tanpa harus mengingkari kodrat sebagai perempuan, maka tanpa anda sadari segala bentuk apresiasi dan penghargaan dari lingkungan sekitar akan menghampiri Anda.

 

So always stick girl power!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s